Selebrasi Rasa di Tahun Baru

Syukur untuk tahun yang lalu, yang selebrasinya dirayakan dalam hitungan detik.
Hitung mundur waktu, yang padahal terus bergerak maju.
Tak apa rasanya merayakannya dengan hitungan mundur, asalkan pikiran tetap bergerak maju.
Tak apa juga rasanya merayakan dengan detik yang diabadikan, asalkan setahun yang ditempuh menjadi refleksi untuk terus berlaku lebih benar, bukan sekedar baik.

Dentuman kembang api dan pesta rakyat mungkin sedang di sekitarmu.
Atau ada tawa sahabat dan renungan keluarga untuk merayakannya.
Tapi saya memilih menuliskan apa yang menjadi rasa, agar terefleksi semua yang telah ditempuh.
Dan harap juga asa untuk sekedar merencana bisa terlaksana, agar mampu menyambut mentari Satu Januari nanti dengan yakin dan pasti.

Selamat Tahun Baru, Bumi.
Biarlah malam ini menjadi suatu selebrasi menarik,
merasa apa yang seharusnya dirasa,
mengingat apa yang seharusnya diingat,
merencana apa yang seharusnya direncana.

Advertisements

Taman Bermain Trio Lestari

image

Malam tadi adalah salah satu malam yang paling ditunggu di sepanjang 2013. Trio Lestari Show Musical Concert,sebuah konser yang ditawarkan beberapa bulan lalu dan menarik minat saya dan beberapa teman untuk menikmatinya, membuat malam tadi seperti semacam sejarah baru dalam kamus hidup saya.

Terkesan berlebihan tetapi saya benar-benar menikmati paket lengkap sebuah show. Glenn Fredly, Tompi, dan Sandy Sondoro, sukses menuai gelak tawa dan decak kagum semua yang menikmatinya. Glenn dengan pesonanya yang tidak asing berhasil membuat setiap lagu yang dibawakan menjadi lautan choir di tengah konser yang semakin malam semakin memanas. Ia juga tak lepas dari sindiran sarkastik kedua temannya namun tetap berani untuk melempar topik baru. Tompi tentu dengan jamming-nya yang selalu brilliant, memikat setiap penonton melalui aransemen dadakan yang mengusik jiwa. Dan, Sandy yang tidak terlalu dominan namun tak kalah penting karena celetukan dan gimik yang dibuat ditambah suara parau khas-nya,berhasil membuat semua yang menikmatinya menggelengkan kepala.

Ketiganya menyatu dengan karakter yang sama kuat. Membuat panggung malam itu,seperti taman bermain bagi mereka. Tanpa beban dan mengalir begitu saja. Script yang direncanakan sepertinya kurang jelas entah karena apa. Terkesan tidak matang. Namun luar biasanya, mereka membuat seolah script itu tidak perlu dihiraukan dan lebih menonjolkan ‘mereka’ sebagai musisi dashyat yang ingin bermain dengan apa yang ada di dalam diri mereka. Ini luar biasa.

Beberapa bintang tamu menjadi tersisihkan karena yang selalu ditunggu adalah cara mereka bertiga meng-entertain kita sebagai penonton, di samping suara mereka yang tidak perlu diragukan lagi. Humor sarkastik dengan kritik pedas (dan harusnya menggigit mereka yang tertampar) menjadi sajian utama malam tadi.

Suatu selebrasi tentang passion dan karakter terjadi malam tadi. Totalitas mereka terhadap passion menghasilkan karakter kuat yang dengan ringan mereka bawakan. Seolah musik adalah nafas mereka, dan bagaimana mereka bernafas adalah pilihan mereka sendiri.

Terimakasih untuk show malam tadi. Ada rasa bangga sekaligus haru untuk bisa menjadi saksi suatu karya besar.

Congratulation guys! You guys rock the stage!

Sahabat kecil

Tiap orang pasti punya sahabat. Begitu pula saya. Dan bagi saya, sahabat adalah salah satu energi terbaik. Hal ini terinspirasi dari salah seorang sepupu terbaik saya, yang juga menganggap bahwa sahabat adalah energi baginya. Support seorang sahabat membesarkan hati. Ia meyakinkan karena tahu betul siapa kita.

Sabtu lalu, salah satu sahabat terbaik saya melangsungkan pernikahannya. Tentunya banyak ucapan selamat baginya di tengah meriahnya sorak pesta. Namun di balik meriahnya pesta, ada hal yang menggelitik benak. Reuni sahabat kecil menyentuh hati saya. Ya, mereka yang sama-sama dulu duduk di bangku taman kanak-kanak. Melakukan permainan dan belajar bersama.

Bukankah dari mereka kita mengenal arti sahabat untuk pertama kali?
Mungkin banyak dari kita bertemu sahabat baru di musim kehidupan yang baru, namun merekalah sahabat terlama yang pernah ada dalam hidup kita, dan akan terus berlanjut.
Mereka yang tahu masa lalu kita, namun membahasnya hanya untuk sekedar nostalgia dan bukan cacian.
Mereka yang mungkin mengenali keluarga kita, hingga kita menganggapnya seperti keluarga sendiri.

Terima Kasih sahabat kecil.
Kini kalian sudah menjadi besar.
Meskipun bukan rutinitas harian yang kita jalani bersama sekarang, selalu ingin saya katakan, kalian tetap sahabat kecil, yang mengajari makna persahabatan pertama kali.

Terima Kasih sahabat kecil.
Lewat kalian,saya memilih sahabat sebagai salah satu energi terbesar saya dalam hidup.
Dan terus berani bersahabat dengan mereka yang satu demi satu mewarnai kehidupan saya.

Damai Natal,teman yang tulus!

Semarak akhir tahun mengingatkan kita akan pesta dan sorak.
Banyak pula yang merayakan dengan nafas muda gembira.
Namun Damai Natal di benak selalu menjadi alasan,agar damai itu tidak tinggal diam.
Ia harus mampu bergerak,menyusuri setiap mereka yang memang tulus ingin merayakannya.
Selamat Natal teman yang tulus!
Malam ini ada damai Natal bersama kalian,yang terus harus tersalurkan untuk mereka.Siapa saja itu.
Selamat menikmati akhir taun dengan Damai Natal melimpah.