Syukur

Sudut jendela hari itu, ketika semilir angin menerpa kulit ari sepoi-sepoi.
Telinga ini, sebelah kanan mendengar irama konstan titik hujan Sang Alam.
Di kiri terdengar sayup melodi dari playlist lagu andalan.
Kolaborasi ini semacam paduan menarik suatu kualitas waktu.
Ketika tiba saatnya hanya bisa menikmati waktu, tanpa hingar bingar kerja keras atau interupsi diskusi.
Tiap manusia butuh ini, suatu momen hanya untuk menikmati.
Menarik nafas panjang sambil berdecak kagum akan Anugrah yang Maha Kuasa beri.
Berdua dengan Maha Kuasa, berdialog lewat hati.

Dan memang,
Sudut jendela hari itu, ketika syukur menjadi satu-satunya rasa dalam benak.

Advertisements