Generasi Muda Bisa Apa?

Setiap kita pasti pernah muda. Dan bagi saya yang (mengaku diri) masih muda, ada suatu hasrat berkobar dalam jiwa muda saya. Saya yakin ini tidak terjadi dalam gejolak jiwa saya saja. Harusnya setiap kaum muda merasakannya. Mungkin usia tidak selalu muda, namun jiwa selalu dapat dipelihara agar tetap muda. Bagaimana mungkin?

Teruslah belajar untuk menjadi yang terbaik. Sekali-kali bukan untuk ambisi pribadi atau atas dasar kesombongan, namun untuk menjadi suatu generasi bintang yang bersama-sama bisa maju, menjadi bercahaya. Generasi bukan bicara soal individu. Generasi bicara rakyat kebanyakan, Menerangi dan diterangi. Generasi bicara soal saling mendukung untuk selalu mau belajar. Bukankah setiap jiwa perlu belajar, bahkan hingga hembusan nafas terakhir? Bicara soal bintang, bintang pasti memiliki kilau. Kilau itu bahkan bisa bercahaya dan terlihat dari kejauhan. Setiap kita pun punya kilau bernama talenta. Talenta ini adalah anugerah cuma-cuma dari Maha Kuasa, agar kita mampu mengusahakan kehidupan kita. Kilau itu akan semakin bersinar, bila kita mau terus memeliharanya dengan belajar mengembangkan kilau, dan bersyukur akan anugerah yang sudah kita dapatkan. Namun, kilau bisa saja redup. Ketika kita lupa akan syukur dan bergegas menjadi produsen keluh, jiwa muda ini pun akan tampak tua karena meredupnya kilau sang bintang. Sekali kita menjadikan keluh sebagai kebiasaan kita, selanjutnya akan mudah sekali untuk terus menerus mengeluh. Menyalahkan keadaan atas setiap keberadaan, bukannya mengusahakan sesuatu dari balik niat dalam jiwa muda kita. Perlahan tapi pasti, bila keluh dipelihara dan lupa akan syukur, semakin mereduplah kita dan menjauh dari generasi bintang yang berkilau. Akibatnya semakin rendah dirilah kita dan tidak mampu lagi untuk kembali bersinar. Hentikan keluh dalam diri kita! Buat itu menjadi syukur yang tak terhingga. Tuhan yang sama menganugerahi kita setiap oksigen, Ia tidak memandang besarnya amal ibadah kita, siapa kita apakah Presiden atau pengemis, dan dari latar belakang mana kita berasal. Sekejap mari merasakan syukur itu, merasakan anugerah cuma-cuma yang tanpa pilih kasih.

Pancaran kilau sang bintang selalu akan terekpos. Tidak perlu untuk menjadi bintang paling berkilau seperti matahari, yang dengan kilaunya membuat silau bintang sekelilingnya, juga menghalangi cerahnya jalanan masa depan. Jadilah bintang yang bisa menempatkan diri dengan baik. Bintang yang selalu menerangi di atas, agar jalanan di masa depan terlihat dengan jelas. Bintang yang bersinar dengan elegan, penuh percaya diri dan yakin, tanpa perlu sombong. Teruslah berkarya, dengan penempatan diri yang benar. Fokus akan tujuan dari karya, bukan demi gagah kuatnya diri. Generasi muda butuh ini, butuh suatu gerakan berkarya dalam diri, dengan tempat dan waktu yang tepat. Generasi muda perlu informasi luas demi tercapainya ide kreatif sepanjang masa. Saya, sebagai salah satu generasi muda, yakin bahwa ide kreatif menjadi nama tengah untuk generasi muda. Ide kreatif membawa angin segar untuk selalu mengembangkan banyak hal dari zaman ke zaman. Dengan rasa syukur, dibumbui ide kreatif, dibalut komitmen tinggi, dan disertai penempatan diri dan semangat belajar, niscaya generasi ini menjadi generasi bintang yang berkilau tanpa henti.

sebuah tulisan untuk:
#PatriotIsMe #Advan #DamnILoveIndonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s