Kala Fajar

Merah menjingga, itu hadirMu kala fajar.

Lewat Senin ketika waktu mengetuk lima, hampir enam.

Jiwa ini merasa, betapa hebat kuasaMu, betapa agung.

Melankoli ini semacam bercerita otomatis.

Romantisnya Engkau mengirim suatu pesan lewat warna. 
Terimakasih Semesta, untuk setiap rindu yang tersampai dalam.

Terimakasih Semesta, untuk setiap warna yang terpampang nyata. 

Terimakasih Semesta, untuk setiap pesan yang terpatri jelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s